ASAL USUL AREMA n AREMANIA [ gae ssuporter AMErA ]

Kamis, 23 Februari 2012



Dalam menelusuri asal usul Aremania, maka ada dua kata yang perlu dicermati perbedaannya. Pertama adalah Arema dan kedua adalah Aremania.
Arema adalah nama yang selalu digunakan oleh organisasi, baik formal dan resmi maupun informal. Organisasi formal dan resmi seperti : “Arema” klub sepakbola yang saat ini sangat bagus dan solid yang ditatar oleh Benny Dollo dengan pemain-pemain yang bagus seperti Firman Utina, Putu Gede, Erol, Joao Carlos, Serge dan Hitta (yang suka jotos supportere dewe).
Sedangkan “Aremania” merupakan roh dari Arema-Arema yang ada. Dimana insan kota Malang yang memiliki persaudaraan yang bersifat “gotong-royong” disebut Arema-nia. Dalam aktivitas apapun (supporter bola, supporter pertunjukan musik, kegiatan amal dan lain-lain aktivitas), bila mengatas-namakan Arema pasti akan dilakukan secara “gotong-royong”. Mau berkorban secara material dari kantong pribadi untuk Arema-Arema yang ada. Itulah Arema-nia
Arema

Tahun 1976 sampai dengan 1978, anak muda kota Malang dilanda demam “geng” atau nama-nama kelompok. Nama-nama “geng” dipasang di tiang listrik dan spanduk yang dipasang diantara pohon-pohon di pinggir jalan, mulai dari Singosari – Blimbing – Lowokwaru – Malang kota – Kebalen – Kota Lama – Sukun – Kidul Dalem – Kawi – Dinoyo.
Nama-nama kelompok antara lain yang masih diingat ada : Higam, RAC, JC, Ermera, Waker, Satria, Birawa, Trisula, Tongsu, Arekar, Arema, Loko, Arka, Arkola, Jibril dan lain-lain.
Sejak tahun 1979, demam geng ini mulai redup. Namun nama Arema menjadi menarik banyak orang kota Malang karena simple dan mudah diingat. Disamping itu banyak kendaraan berupa truk dan angkot yang memasang sticker “Arema”.
Sebenarnya dengan bahasa “wali’an”, nama “kera ngalam” cukup popular. Namun karena terlalu panjang dengan dua kata, maka agak kurang pas dan kurang digunakan oleh insan kota Malang. Mereka lebih memilih “Arema”.
Kelompok yang awalnya menggunakan nama “Arema” banyak tersebar antara PoloWijen – Blimbing (masjid Sabilillah) – Glintung – Bantaran – Irama – Lowokwaru – Sarangan. Disamping itu Station Radio GL Glintung (saat ini sudah tutup) banyak mengudarakan nama Arema dalam siarannya.

Pada tahun yang sama juga muncul organisasi yang formal dan resmi seperti antara lain : Gajayana, Javanova. Gajayana lebih berfokus kepada cabang olah raga tinju. Sedangkan Javanova selain cabang tinju, juga berapa cabang olah raga lain seperti otomotif (gokart).
Belakangan barulah muncul organisasi sepakbola yang menggunakan nama “Arema”, dengan logo/ lambang “Singo Edan”. Beberapa tahun berkiprah langsung menggeser “Persema”. Klub bola inilah yang langsung melejitkan nama Arema ke pentas nasional dan regional (warga Indonesia di Malaysia dan Australia banyak juga yang menggunakan nama Arema).
Aremania

Aremania boleh dibilang saat ini merupakan roh bagi klub bola Arema.
Sebenarnya semua insan kota Malang yang memiliki persaudaraan yang bersifat “gotong-royong” untuk kepentingan masyarakat kota Malang itulah yang disebut Arema-nia. Dalam aktivitas apapun yaitu sebagai supporter bola, supporter pertunjukan musik, kegiatan amal dan lain-lain aktivitas, bila mengatas-namakan Arema pasti akan dilakukan secara “gotong-royong”. Disamping itu mau berkorban secara material dari kantong pribadi untuk kota Malang/ Arema. Itulah Arema-nia.
Pembuatan logo/ lambang ‘Singo Edan’ yang banyak terpampang di dinding-dinding rumah besar, dengan lukisan yang indah sebagian besar dibiayai sendiri oleh pelukisnya. Demikian juga patung-patung “singo edan” juga dibuat dengan biaya sendiri.
Komunitas Aremania ini, dari yang kecil sampai yang besar sangat terorganisir dengan rapi. Paling kecil Aremania tingkat RT, Aremania tingkat RW, Aremania tingkat Kelurahan, Aremania tingkat Kecamatan dan yang paling besar adalah Aremania tingkat Kota yaitu “Aremania”.
Masing-masing tingkatan Aremania ini ada yang mengorganisir secara otomatis berdasarkan kebersamaan, kecuali tingakatan Kota.
Demikian juga sumber keuangan dari Aremania tingkatan RT, RW dan Kelurahan berasal dari masing-masing individu Aremania. Prinsip kebersamaan dan gotong royong sangat kental dalam Aremania.
Prinsip tersebut diperkirakan akan melanggengkan keberadaan Aremania sebagai roh bagi klub-klub bernama Arema yang ada di kota Malang. Semoga.
Roh dari Aremania inilah yang melambungkan semangat dan kepercayaan klub bola Arema pada tahun 2005. Roh ini juga yang membawa Aremania mendatangi PSSI untuk menagih janji agar Arema bisa ikut laga champion.
Roh dari Aremania ini juga yang akhirnya membuat Persema (klub tua kota Malang) menjadi tanpa daya, karena ditinggalkan begitu saja oleh insan kota Malang.

0 komentar:

Poskan Komentar